Reza Arap Sindir Bravy dan Tepe di Ruang Publik

Musisi Reza Arap meluapkan kekecewaan kepada DJ Bravyson dan Teguh Prakoso alias Tepe, dua teman dekatnya di Maraphton, melalui unggahan di X pada Senin (5/10/2026). Ia menyinggung candaan yang dibawa ke ruang publik serta sikap yang dinilainya menunjukkan star syndrome.

Dalam unggahan yang dikutip dari akun @yourbae, Reza menyampaikan sindiran secara terbuka kepada keduanya. Ia membedakan persoalan Bravy dan Tepe, sekaligus memberi isyarat bahwa satu perilaku masih bisa ia maklumi, sedangkan yang lain tidak.

“Bravy anj***. Tepe ngt***. Yang satu, joke tongkrongan dibawa ke publik. Yang satu lagi star syndrome rata kanan,” tulis Reza.

Pernyataan tersebut muncul ketika Bravy dan Tepe tengah menjadi sorotan dalam konteks yang berbeda. Bravy dibicarakan di Threads karena unggahan bernada cabul, sementara sikap Tepe saat hadir di podcast Raditya Dika menjadi perhatian Reza.

Sindiran Reza Arap soal candaan Bravy

DJ Bravy sebelumnya menulis unggahan di Threads tentang hal-hal yang memengaruhi suasana hatinya ketika bangun tidur. Dalam tulisan itu, ia menyelipkan permintaan bernada seksual kepada orang yang mengirim pesan kepadanya pada pagi hari.

“90% mood gue seharian tuh biasanya ditentukan sama apa yang gue baca, lihat, dan dengar pas bangun tidur. Jadi tolong, pap ‘TT’ saja ya kalo mau chat gue pagi-pagi. Thx,” tulis Bravy.

Unggahan tersebut kemudian menjadi sorotan netizen. Reza menilai Bravy gegabah karena membawa candaan vulgar yang biasa muncul dalam tongkrongan ke ranah publik. Fokus kritiknya bukan hanya pada isi tulisan, tetapi juga pada keputusan membagikan candaan itu di platform terbuka.

Meski menyayangkan tindakan tersebut, Reza mengatakan masih bisa memaklumi kesalahan Bravy. Ia menyampaikan sikap itu secara langsung ketika membandingkan persoalan Bravy dengan masalah yang melibatkan Tepe. Dengan begitu, sindiran Reza memuat dua penilaian berbeda, bukan teguran yang sama kepada kedua temannya.

Sikap Tepe di podcast Raditya Dika

Untuk Tepe, Reza merujuk pada sikapnya saat tampil di podcast Raditya Dika. Dalam keterangannya, Reza menyebut perilaku Tepe itu tidak dapat ia maklumi. Ia tidak merinci lebih jauh bagian tertentu dari penampilan Tepe yang menjadi keberatannya dalam materi yang tersedia.

“Kalau Bravy di gua ya sudah saja. Yang satunya, bo huat (tidak bisa dimaklumi),” ungkap Reza.

Reza juga mengaitkan kritik terhadap Tepe dengan istilah star syndrome. Namun, ia tidak menjabarkan secara rinci maksud penilaian tersebut ataupun menjelaskan perilaku spesifik yang dianggapnya mencerminkan sikap itu. Karena itu, pernyataannya menunjukkan batas toleransi pribadi Reza, tanpa memberi gambaran lengkap tentang persoalan yang terjadi di podcast.

Tepe dikenal sebagai Teguh Prakoso, sedangkan Bravy merupakan DJ Bravyson. Keduanya disebut sebagai teman dekat Reza di Maraphton. Latar pertemanan itu membuat unggahan Reza tidak hanya menjadi respons terhadap aktivitas publik mereka, tetapi juga memperlihatkan bahwa ia menyampaikan keberatan kepada orang-orang yang dekat dengannya.

Perbedaan respons terhadap dua teman

Reza Arap, yang berusia 38 tahun, merupakan musisi sekaligus salah satu pendiri Weird Genius. Ia juga dikenal sebagai pelantun “Museum Duka”. Dalam unggahannya, ia tidak menyamakan persoalan Bravy dan Tepe: candaan Bravy disebut masih bisa dimaklumi, sedangkan sikap Tepe di podcast dinilai melewati batas toleransinya.

Unggahan itu mempertemukan dua hal yang berbeda: etika membagikan candaan vulgar di media sosial dan penilaian terhadap perilaku seseorang dalam sebuah podcast. Respons Reza menempatkan keduanya dalam satu rangkaian kritik, tetapi tidak menguraikan secara lengkap duduk perkara di balik sikap Tepe.

Perhatian publik terhadap unggahan semacam ini biasanya bergerak cepat, terutama ketika melibatkan figur yang dikenal dan hubungan pertemanan. Namun, penilaian atas masing-masing pihak tetap perlu merujuk pada pernyataan dan konteks yang tersedia. Sejauh ini, Reza telah menyampaikan keberatannya; penjelasan lebih lanjut mengenai persoalan Tepe maupun respons kedua temannya tidak tercantum dalam keterangan tersebut.

OJK Ungkap Pemicu IHSG Melemah 29,24% pada 2026