Guillermo del Toro Bela Digger di Tengah Kritik

Guillermo del Toro membela film Digger di tengah kritik tajam dan performa awal yang lesu di box office. Melalui akun X, sutradara itu menyebut film komedi hitam berating R produksi Warner Bros. tersebut berani, ambisius, dan kompleks secara sinematik.

Dukungan del Toro muncul setelah ia menanggapi sebuah ulasan yang mengkritik film tersebut. “Judul yang sangat picik,” tulisnya, seperti dikutip detikcom, Minggu (4/10/2026). Ia lalu menegaskan bahwa dirinya menyukai film itu, terlepas dari perbedaan pendapat yang muncul.

Menurut del Toro, kekuatan Digger terasa pada skala, ambisi, dan jangkauan visualnya saat ditonton di layar lebar. Baginya, film tersebut bukan sekadar tontonan yang bisa dinilai dari keberhasilan menghadirkan humor, melainkan pengalaman sinematik yang patut disaksikan di bioskop.

“Suka atau tidak. Dan ya, saya suka. Film ini berhasil dalam skala, ambisi, dan jangkauan di layar bioskop. Berani, tegas, dan kompleks secara sinematik. Jelas merupakan pengalaman menonton di bioskop,” tulis Del Toro.

Del Toro terus membagikan ulasan positif

Del Toro tidak berhenti pada satu unggahan. Ia beberapa kali membagikan ulang ulasan positif tentang Digger, termasuk tulisan yang memuji penampilan Tom Cruise sebagai pemeran utama. Sikap itu memperlihatkan bahwa ia ingin menonjolkan suara yang berbeda dari kritik negatif yang ramai dibicarakan.

“Lucunya, saya masuk ke platform dan tanpa perlu menggulir ke bawah, ini sudah muncul di bagian atas linimasa saya…” tulis del Toro dalam salah satu unggahan. Ia kemudian menyatakan akan terus membagikan ulasan tersebut, sembari menantang pengikutnya untuk mengikuti atau meninggalkan akun itu.

Dalam unggahan lain, ia kembali menyampaikan dukungan dengan kalimat, “Ikuti atau Mati – ayo!” Nada bercanda dan provokatif itu membuat pembelaannya terhadap film tersebut tampil terbuka, bukan sekadar komentar singkat atas satu ulasan.

Del Toro juga mengaitkan respons terhadap Digger dengan sejumlah film yang sempat menuai kritik ketika pertama kali dirilis, tetapi kemudian mendapat apresiasi lebih besar dari penonton. Ia menyebut The Big Lebowski, The King of Comedy, dan The Counselor sebagai pembanding.

Perbandingan itu menjadi bagian dari argumennya bahwa penilaian terhadap sebuah film bisa berubah seiring waktu. Namun, hal tersebut merupakan pandangan del Toro; penerimaan Digger saat ini masih memperlihatkan respons yang beragam. Film itu tercatat memperoleh rating 51 persen di Rotten Tomatoes.

Kritik menyoroti humor dan biaya produksi

Salah satu ulasan negatif datang dari kritikus film utama Variety, Owen Gleiberman. Ia meragukan keberhasilan Digger sebagai komedi karena, menurutnya, film tersebut tidak benar-benar mampu menghadirkan kelucuan. Ia juga menilai film itu terlalu sombong dan dipenuhi hal-hal yang dianggap penting.

“Saya tidak yakin ‘Digger’ akan berhasil, karena film ini terlalu sombong – terlalu sarat dengan hal-hal penting,” tulis Gleiberman dalam ulasannya.

Gleiberman turut menyoroti biaya produksi yang disebut mencapai lebih dari US$ 125 juta. Dalam pandangannya, jumlah tersebut sulit dibenarkan dan mencerminkan asumsi pembuat film bahwa penonton akan datang untuk menyaksikan “ceramah absurd yang membosankan”. Kritiknya menyasar bukan hanya isi film, tetapi juga skala biaya yang menyertainya.

Perbedaan penilaian antara del Toro dan Gleiberman memperlihatkan dua cara membaca film yang sama. Del Toro menekankan ambisi dan pengalaman visual di bioskop, sedangkan Gleiberman mempertanyakan efektivitas komedi serta bobot gagasan yang disampaikan. Ulasan-ulasan yang berlawanan itu ikut membentuk percakapan publik menjelang pembukaan film.

Tom Cruise bangga, box office masih lesu

Perdebatan kritikus berlangsung ketika Digger juga menghadapi tantangan komersial. Film tersebut meraup sekitar US$ 3,4 juta di pasar domestik pada Jumat. Dengan respons awal itu, pendapatan domestik pada akhir pekan pertamanya diperkirakan berada di kisaran US$ 7,5 juta.

Tom Cruise, yang membintangi film tersebut, turut menyampaikan dukungan. Melalui akun X, ia menulis bahwa dirinya merasa terhormat mendapat kesempatan membuat film itu bersama para seniman berbakat. Pernyataan tersebut menunjukkan kebanggaan Cruise terhadap proyek yang ia bintangi, meski angka awal box office belum menggembirakan.

Dengan ulasan yang terbelah, rating 51 persen, dan proyeksi pendapatan pembukaan yang terbatas, perjalanan Digger masih menjadi perhatian. Pembelaan del Toro memberi ruang bagi pembacaan yang lebih positif, sementara kritik dan penerimaan penonton berikutnya akan menentukan bagaimana film ini dikenang setelah masa tayangnya berjalan.

Billy Syahputra Balas Sindiran Arya Wedakarna soal Bali

Populasi Superkaya Indonesia Diprediksi Naik 81,7 Persen